memandang dari lantai 15

by pramana

saat merokok, di tengah hingar-bingar ABK, di Lantai 15 gedung Bapepam-LK

memandang langit pukul setengah empat sore. gedung-gedung setengah megah berdiri kokoh di seperempat jakarta. ada yang catnya mulai pudar, ada yang baru saja dibangun. beberapa rangka bangunan terlihat tak terurus, ditinggal begitu saja oleh pembangunnya. di sisi kiri, ujung salib dan bulan sabit beradu, seakan berlomba menjadi yang tertinggi. katedral itu tampak gagah, pun juga masjidnya. lurus memandang harusnya lautan, biasanya terlihat seperti garis hitam tipis yang membatasi ujung dunia. kadang berwarna biru pucat, seakan bosan menunggu sesuatu. berbeda dengan hari ini. tak terlihat lautan, walaupun mata sudah memandang lurus ke depan, bahkan ketika sedikit menoleh ke kiri atau kanan.

mata mencermati kabut. kabut yang lebih tebal dari biasa, berwarna putih pekat, melayang di setengah langit. kabut itu menghalangi pandangan ke laut.

tunggu. apa benar itu kabut? seseorang mengira itu asap.

aku mulai sependapat.

itu memang asap,

asap knalpot kendaraan dan pabrik-pabrik. bersatu padu mengurung langit.

 

harusnya indah, memandang jakarta dari lantai 15.

tapi tidak hari ini.

 

semoga besok indah lagi.

 

 

 

endji787.06

 

Iklan