jakarta tidak berbudaya

by pramana

berlalulintas di jakarta adalah media yang bagus untuk melatih kesabaran dan kesadaran.

kemacetan yang hampir tiap saat terjadi,

kondisi jalanan yang mudah sekali banjir,

penuh lubang,

lampu lalulintas yang seringkali mati,

jalur transjakarta yang memangkas sebagian jalan…belum lagi polusinya. 

sayangnya, beberapa hal di atas justru tidak membuat manusia-manusia jakarta ini jadi sadar, apalagi sabar.

yang banyak ditemukan adalah manusia-manusia liar yang egosentris.egois akut.

“apapun dilakukan asal aku yang duluan, apapun dilakukan asal bisa cepat”

yang ada adalah manusia-manusia yang tidak bisa menghargai orang lain,

berkendara seenaknya, sekenanya, tidak peduli bakal membahayakan orang lain atau tidak. Bagaimana mau memikirkan orang lain, keselamatan diri saja tidak digubris.  

dan beberapa minggu ini segala keliaran itu semakin menjadi saja.

menerobos lampu merah,

berhenti seenaknya,

salip kiri,salip kanan tanpa lampu sein,

menjajah trotoar,

ngebut malam-malam tanpa lampu.. 

 ah sudahlah,manusia-manusia itu memang tidak berbudaya,

semoga mereka selamat sampai tujuan,tidak mati konyol di jalanan. 

Iklan