STAPALA LEUSER EXPEDITION 2007 >>> the journal (3)

by pramana

Hari ke-3, Senin, 27 Agustus 2007

( Bipak / Jambur 1 – Kulitmanis / Kayumanis 1 )

Kita baru start pukul 09.25, cukup siang juga. Semuanya dalam kondisi fit, kecuali sepatu Vjay yang udah mulai mangap solnya, padahal itu sepatu baru dibeli sebelum berangkat ke Leuser. Berjalan sebentar, vegetasi berganti menjadi hutan lumut, namun kondisinya tidak begitu basah dan jalurnya relatif landai. Halang rintang di vegetasi seperti ini adalah dahan-dahan pohon yang tunbuh melintang seenaknya sehingga memaksa kami berjongkok dan merangkak untuk melewatinya. Meski jalur relatif datar namun karena sering berjongkok dan merunduk ria, cukup terasa juga di badan ini.
Di perjalanan banyak dijumpai kantong semar, ada juga anggrek berwarna ungu dan bunga-bunga berwarna putih. Burung-burung kecil juga masih sering terlihat hinggap di ranting-ranting. Kami mendaki di punggungan, sesekali vegetasi sedikit terbuka sehingga kita dapat melihat di kanan kiri, kemudian kembali masuk hutan lumut lagi. Sampailah lalu di Bipak 2. Bipak 2 terletak di tengah-tengah jalur masih di dalam hutan lumut, tempat mendirikan tenda cukup sempit. Istirahat sebentar disini, kami langsung lanjut lagi untuk menuju Pucuk Angkasan.
Setelah terkungkung terus di hutan lumut akhirnya vegetasi kembali terbuka. Sekarang jalur dikelilingi pohon-pohon kecil dan tanaman-tanaman semak. Pemandangan di kanan kiri dapat terlihat yaitu jurang dan lembah. Mataharipun terasa teriknya di tengah hari ini. Sayang seribu sayang pohon-pohon di daerah ini sudah kering dan nampak gosong. Kata Pak Ali, memang dahulu di sini terjadi kebakaran yang sengaja dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab pada sekitar tahun 2000. Jalur ini terus menanjak sampai akhirnya sampai di puncak bukit, dan untuk mencapai Pucuk Angkasan ternyata masih harus naik turun dua bukit lagi. Kami terus melaju bersemangat meski saat itu kabut sudah mulai tebal. Jam tiga sore kami berhasil mencapai Pucuk Angkasan, langsung kami melakukan kontek-kontek dengan tim basecamp. Kabar telah sampai di Pucuk Angkasan dapat diterima dengan jelas oleh tim basecamp. Sembari istirahat, kami mengisi kembali botol minum dari sumber air menggenang di sekitar puncak. Kami juga menimbun paket logistik no.15 di sini. Selain untuk persediaan pulang nanti juga sangatlah berpengaruh mengurangi beban bawaan. Di puncak terdapat sebuah tugu dari semen dengan tulisan T 3353 sebagai tanda Pucuk Angkasan. Dari sini juga sebenarnya dapat terlihat pemandangan yang bagus, puncak Loser mestinya dapat terlihat, namun saat itu kabut menutupi semuanya.
Setelah cukup beristirahat perjalanan kembali dilanjutkan. Jalur mulai menurun dengan vegetasi tanaman semak dan pohon-pohon kering. Suasana sudah mulai gelap karena langit mendung. Jalur terus menurun yang kemudian masuk lagi kami ke hutan lumut. Hujan mulai turun, cukup deras. Kamipun langsung mengenakan raincoat. Trek menjadi licin terkena air hujan, kami bersusah payah karena jalur mulai nanjak lagi. Pijakan dan pegangan tangan harus tepat jika tidak ingin terpeleset. Kami terus berjuang sampai akhirnya sampai ke puncak bukit. Jalan sebentar barulah akhirnya sampai di Kayumanis 1. Dalam kondisi hujan kami bergegas mendirikan tenda. Badan menggigil, pakaian basah, jari-jaripun menjadi susah digerakkan. Tenda harus cepat berdiri.
Segera kami memperbaiki kondisi masing-masing, berganti dengan pakaian kering. Hari itu sungguh melelahkan. Hujan masih terus turun sepanjang malam. Kami mencoba menghubungi tim basecamp, namun komunikasi hanya terjadi satu arah. Kami hanya bisa mendengar tim basecamp sementara kita tidak termonitor oleh mereka.

Iklan