STAPALA Leuser XPDC 2007_The Journal(2)

by pramana

( Tobacco Hut – Bipak 1 / Jambur 1 )
Setelah semalam tidur nyenyak dan beristirahat cukup panjang, pagi ini kami bangun dengan kondisi fresh. Langsung saja Gamex sebagai juru masak tim membuat sarapan untuk semuanya. Setelah selesai makan dan sudah beres packing semuanya, kami mulai pendakian hari ini dengan target sampai di Bipak 1/ Jambur 1. Pak Ali berjalan paling depan sebagai penunjuk jalan, yang lain mengikuti di belakang. Perjalanan dimulai dengan menyusuri padang yang ditumbuhi alang-alang selama sekitar 10 menit, kemudian barulah menemui pintu hutan.
Jalur setelah masuk hutan tersebut sangat terjal dengan kemiringan kira-kira sampai 700. Kami berjalan kepayahan dengan beban seberat itu. Berjalan perlahan dan mencoba terus mendaki. Namun treknya memang sungguh berat, rata-rata kami beristirahat setiap 15 menit jalan, itu juga istirahat di kondisi medan yang miring. Kata Pak Ali memang jalur paling berat adalah dari Tobacco Hut sampai ke Pucuk Angkasan. Selain trek yang terjal, beban yang dibawa juga masih banyak. Di tiga hari pertama ini sungguh tubuh akan diuji.
Vegetasi hutan heterogen yang cukup lebat. Tanaman-tanaman seperti paku-pakuan, pandan hutan, pakis raja, dan pohon-pohon besar banyak dijumpai. Sedangkan satwa yang kami temui hanyalah burung-burung kicau kecil. Namun kita masih mendengar suara-suara monyet di kejauhan. Setelah empat setengah jam mendaki, sampailah kemudian di Simpang Angkasan. Ada persimpangan jalur, yang ke kiri adalah jalur naik sedangkan yang sebelah kanan adalah jalur turun yang menuju Kampung Bui. Di sini bisa digunakan untuk tempat ngecamp, terdapat sumber air genangan di sebelah kiri. Kami beristirahat melepas lelah yang sangat setelah dihajar tanjakan-tanjakan yang super menguras tenaga tadi. Kami membuka bekal makan siang snack berupa biscuit dan coklat.
Sehabis satu jam beristirahat, pendakian lanjut lagi. Kita langsung kembali disambut tanjakan terjal dan panjang. Jalur berupa tanah yang banyak ditutupi daun-daun yang berguguran, banyak juga kayu-kayu melintang, sehingga harus hati-hati agar tidak tersandung. Memasuki ketinggian 2500an meter, vegetasi mulai berganti. Sekarang suasana sedikit terbuka, dengan hanya pohon-pohon beranting kecil, kitapun bisa melihat pemandangan bebas ke bawah sana. Nampak pohon dengan daun-daun kecil yang berwarna-warni, merah,orange,hijau. Dan yang aneh yaitu tumbuhnya lumut-lumut di pohon dan juga di tanah, dengan warna yang beragam. Ada yang hijau tua, hijau muda, dan coklat kemerahan. Banyak juga terlihat burung-burung kecil yang indah beraneka warnanya. Sebentar kemudian tibalah kita di Bipak 1 / Jambur 1. Saat itu jam menunjukkan pukul 16.15, kami segera mendirikan tenda karena langit sudah mendung. Benar saja tak lama hujan mulai turun. Kamipun bergegas memasukkan barang-barang ke dalam tenda. Dua tenda kami dirikan ditambah flysheet yang dipasang diantaranya untuk menjadi teras sebagai untuk tempat memasak.
Gamexpun langsung menata peralatan memasak sementara yang lain merapikan barang-barang di dalam tenda. Minuman hangat selau menjadi pembuka, teh manis dan susu coklat panas sungguh nikmat. Sorepun berganti malam, kegiatan kami juga hanya di dalam tenda. Pendakian memang dibatasi sampai sore hari saja. Selain agar jalurnya terlihat jelas, juga untuk menghemat tenaga. Makan malam sudah pasti, racikan mas Gamex dengan citarasa istimewa. Faktor citarasa sangat berpengaruh, karena kalau tidak enak malah justru membuat malas makan. Tak lupa Jaed sebagai ketua tim melakukan kontek-kontek pakai HT dengan tim basecamp. Setiap jam 8 malam mengabarkan kondisi dan posisi tim pendaki. Komunikasi berlangsung lancar, ‘dapat dicopy di monitor’. Evaluasi pendakian juga jadi agenda rutin serta membahas rencana pendakian esok hari. Reman sebagai navigator melakukan ploting peta, memindahkan koordinat dan jalur yang terekam di GPS ke peta untuk mengetahui posisi dan jalur yang sudah ditempuh. Apakah cocok dengan rencana jalur dan posisi camp yang sudah diploting sebelumnya.

bisa juga dibaca di www.stapala.com

ditulis oleh tim pendaki reman 793/SPA/2006

Iklan