gunung itu hidup

by pramana

Mendaki gunung adalah replika kehidupan, miniatur hidup.

Dalam hidup, kita memerlukan tujuan, hidup tanpa tujuan, seperti pendaki yang kehilangan kompas, tidak tahu arah, dan punya potensi tersesat. Tersesat di gunung berarti mendekati kematian. Tersesat dalam hidup adalah membunuh diri perlahan.

Tujuan pendakian adalah pencapaian puncak tertinggi.

Tujuan hidup adalah pencapaian puncak perjuangan.

Untuk meraih puncak tertinggi, sang pendaki membutuhkan proses yang panjang, begitupun dalam hidup.

Harus berjalan selangkah demi selangkah.

Jalan yang ditempuh tidak selamanya datar, tidak selamanya lurus.

Adakalanya mendaki, ada saatnya jalan itu harus menurun.

Yang mendaki kadang begitu terjal, yang turun tidak jarang curam.

Akan muncul banyak persimpangan, tantangannya adalah memilih simpangan yang tepat, agar langkah kita tetap terarah ke puncak. Begitupun dalam hidup, fokus pada tujuan adalah salah satu kunci keberhasilan.

Sang pendaki tidak selamanya terus berjalan. Kadang harus berlari, kadang perlu berhenti sejenak, mengatur nafas kembali, memulihkan tenaga. Begitupun hidup. Akan ada momen, yang menuntut kita untuk bekerja begitu keras, memaksa kita untuk lebih detail berpikir. Ada pula momen yang memberi kita kesempatan untuk menata ulang tujuan.

Jalanan setapak yang ditempuh pendaki, tidak elamanya lapang. Kadang akan jadi sempit dan penuh belukar, kadang harus melipir, menyisir pinggiran jurang. Sang pendaki akan melangkah dengan lebih hati2, begitupun dalam hidup.

Semangat tidak selalu menggebu. Sang pendaki akan menemukan waktu dimana ia merasa sangat jenuh, sangat putus asa, ingin berhenti, ingin turun lagi, menyerah kalah. Begitupun hidup. Tidak selamanya kita berada pada kondisi jiwa dan tubuh yang prima. Menjaga semangat, kemampuan untuk bangkit lagi, bangun dari keterpurukan akan jadi hal penting yang menuntun lagi langkah kita.

Untuk mendaki gunung diperlukan persiapan yang matang, persiapan fisik, mental, teknis, perbekalan. Persiapan yang baik akan memudahkan kita meraih puncak, begitupun dalam hidup.

Menjejakkan kaki di puncak adalah klimaks pendakian. Sebuah kepuasan akan mengalir alami membahasi batin pendaki. Kepuasan sesaat yang akan memaksa pendaki mencari puncak2 baru lagi, kepuasan lain yang lebih menantang, lebih membutuhkan persiapan matang, perlu menempuh perjalanan yang lebih panjang. Begitupun dalam hidup.

Pencapaian sebuah tujuan bukan berarti akhir kehidupan, tujuan2 lain yang lebih besar menantang kita, merayu untuk diraih. Memberi idaman kehidupan yang mungkin lebih hidup.

Puncak gunung adalah bagian bumi yang paling dekat dengan langit, seakan memberi isyarat pada manusia. Pencapaian puncak gunug adalah perjalanan menuju langit. Pencapaian tujuan hidup adalah perjalanan menuju Tuhan.

Maha Besar Engkau, Tuhanku.

Iklan