sang pecinta alam

by pramana

apa sih pecinta alam itu?

orang-orang yang mencintai alam?

mencintai dalam wujud apa?

mendaki gunung-gunung, menundukkan puncak-puncak tebing?

menerjang jeram, menyusuri lubang-lubang bumi?

hakikat pecinta alam itu absurd, tidak jelas.

banyak orang yang mengaku-ngaku pecinta alam,

menyombongkan diri sebagai orang yang peduli pada alam.

nyatanya?

ga banyak orang yang benar-benar peduli pada alam.

menyebut diri sebagai pecinta alam, namun bertolak belakang dalam keseharian.

dan itulah yang kutemukan selama ini.

baik dalam diriku maupun lingkunganku.

dulu aku begitu bangga menyebut diriku pecinta alam,

membanggakan komunitasku sebagai satu-satunya organisasi pecinta alam di kampus.

seiring waktu, aku mulai meragukan kepecinta alamanku, kepecinta alaman komunitasku, kepecintalaman pecinta-pecinta alam lain di dunia.

keraguan itu muncul saat kondisi lingkunganku menjadi semakin parah,

air bersih yang langka,

udara bersih yang nyaris punah,

tanaman hijau yang mulai tumbang satu-satu.

sementara aku cuma bisa diam, ga bertindak,  hanya memikirkan kemana pendakian berikutnya?kemana pengarungan berikutnya? tebing mana yang akan kujamah lagi, gua mana yang harus kususuri..

sementara alam makin merana..

sampah dimana-mana..

polusi..

ketidak pedulian ini menjangkiti kami, aku dan komunitasku.

bagaimana mau disebut peduli, bila pada lingkungan sekitar saja tidak peka.

justru merasa nyaman dalam kekumuhan,

merasa aman diantara sampah yang berserakan, di tengah asap rokok yang memenuhi ruang,

tanpa beban melempar puntung rokok…

aku malu pada diriku,

pada alamku,

pada Tuhanku.

aku adalah penggiat alam, penikmat alam.

bukan pecinta alam.

maafkan aku alamku,

maafkan aku STAPALAku.

Iklan