pengangguran intelektual?

by pramana

pengangguran intelektual.

mungkin inilah sebutan yang cocok untuk kami sekarang (untuk mereka tepatnya, bukan untuk saia tentunya, karena saia masih sangat jauh dengan kata intelek, intelektual). kata-kata ini muncul di benak saia, di sela-sela ruangan kantor tempat kami-kami ini menganggur. ya, menganggur.

impian tinggi untuk menikmati kesibukan, angan-angan untuk merasakan rumitnya kerjaan, seakan mentah begitu saja. kondisi seminggu ini menjelaskan hal itu. ngantor di bapepam ternyata tidak sesusah yang dibayangkan, sampai saat ini si..(lagian kami juga masih magang sebenernya). tapi ya.. sungguh saiang kalau lulusan2 stan yang penuh potensi itu dianggurin begitu saja.

sudah seminggu kami ngantor (magang tepatnya), dan kerjaan kami hingga saat ini cuma itu-itu aja, ga jauh-jauh dari maen kartu, tidur, ngemil, kelayapan…bagi saia si, hal seperti itu asik2 aja..tapi,kasian juga temen2 yang lain, temen2 yang terlanjur menganggap bapepam itu instansi yang maha sibuk, instansi yang menjanjikan..

e..pas ngantor,ternyata kerjaannya cuma begitu2 saja, bisa disebut ga ada kerjaan malah..

yaya…hidup memang penuh likaliku, hidup memang penuh tekateki, penuh skenario yang diluar dugaan, diluar maksud hati..

wahai pegawai bapepam, dengarlah suara hati kami..

beri kami pekerjaan..

beri kami keadilan…

kasian temen2 saia tu,

susah2 kuliah, masa cuma disuruh tidur di kantor..

kalo saia si ga usah dikasihani..

disuruh tidur terus juga gapapa,

asal gajinya lancar aja,

saia sudah sangat bersyukur..

Iklan