idul fitri lagi

8 10 2008

selamat lebaran.

entah lebaran yang keberapa buat saya.

sama saja rasanya.

masih berasa kalah.

entah kenapa.

iri saya pada orang-orang,

ingin menang juga.

tapi belum bisa.

 

aduh Tuhan,

maafkan hambaMu ini ya..

semoga Engkau mau berbaik hati memberi saya kesempatan sekali lagi.

 

 

endji787.06 mohon maaf lahir dan batin





Selamat Datang Damai

1 09 2008

Selamat ber Ramadhan.

Untuk yang berpuasa dan tidak berpuasa.

Selamat menikmati damainya.

 

 

endji787.06





simbol

13 08 2008

karena agama itu ditunjukkan dari hati.

bukan lewat simbol-simbol.

bukan lewat bulan dan bintang,

atau kayu salib,

atau jubah merah,

atau surban,

atau simbol lainnya.

 

 

 

 

endji787.06





inti

12 08 2008

sepertinya semua masalah berawal

dari cara menyikapi perbedaan.





Kepada Alam dan Pencintanya

8 08 2008

Pendaki gunung sahabat alam sejati

Jaketmu penuh lambang
Lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki

 

Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kesakitan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam

 

Batu-batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang tak pernah ayal
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu

 

Oh alam… korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mau mengerti
Arti kehidupan…
-Ritta Rubby Hartland-
lagu ini menampar saia. keras sekali.
pecinta alam baru jadi lambang buat saia.
endji787.06 pecinta alam plastik palsu




pesan dari seorang teman.

29 07 2008

sudah ditetapkan dua hal, kewajiban dan rejeki.

katakanlah kamu lalai dalam kewajibanmu.. tapi rejekimu gimana? lancar lancar aja khan?

bukankah itu artinya Dia sangat mencintaimu?

apa sulit bagiNya mencabut rejekimu atau nyawamu?

tidak sulit…

tapi tidak Dia lakukan..

karena Dia berharap dengan memberimu rejeki dan umur suatu saat kamu berubah dan menyembahNya.

dan kamu masih takut Dia tidak akan mendengar doamu?

 

 

 

pesan dari seorang teman, ditengah hingar bingar Prajab.

 

 

endji787.06   manusia itu kecil.sangat kecil.





sisa-sisa gunung sumbing

25 06 2008

niatnya bikin laporan perjalanan, data sudah dicatat dan diingat-ingat, dikumpulkan lalu dirangkum jadi satu. sayang, saia lupa naruh catetannya dimana, dan belum ketemu juga sampe sekarang. yang tersisa tinggal sedikit catatan kecil yang saia simpan di draft handphone, begini bunyi catatannya:

 

Brangkat jam 5 sore, dari lebak bulus. jam 3 kurang tim sampe lebak bulus, nungguin bis berangkat sambil foto-foto ga jelas.

jam 5 lebih, bis berangkat. ada isu jalanan bakal macet total, maklum liburan panjang. jalan tol cikampek macet cet, supir bus keluar tol, cari jalur alternatif ke arah cikarang, motong jalan ceritanya. di Cikarang, jalanan lumayan lancar.

jam 5 pagi kurang 10 menit, tim tiba di terminal wonosobo, kondisi sepi sangat, dingin pula. anggota tim sholat dulu, yang sholat. yang ga sholat merokok.

jam 5 lebih 10, tim menuju desa garung, gerbang terakhir menuju gunung sumbing. perjalanan sangat lancar, di kiri jalan terlihat gunung sumbing dan sindoro gagah menanti.

jam 5 pagi lebih 50 menit, sampai di pintu masuk desa garung, terdapat palang besi bertuliskan “base camp sumbing 500meter”, sindoro terlihat cerah, sedang sumbing berkabut. gunung kembar ini tidak pernah kompak agaknya. tim melakukan plotting, ngobrol-ngobrol ma penduduk, cari info, ngopi, ngerokok, tidur..

jam 7 lebih 30 menit, sarapan di warung depan balai desa, menu nasi rawon+minuman hangat, manstrap tenan… pak dosko (salah satu anggota tim) mengeluh pusing, “snut…snut…”, begitu bunyinya.

jam 8 pagi, nongky di base camp sumbing, nungguin jumatan, sekalian ngurus perijinan. kondisi basecamp sangat menyenangkan, luas, bersih, rapi. di depan base camp, ada tulisan besar, “Base Camp Gunung Sumbing”. setiap pendaki yang ingin melakukan pendakian harus melapor di sini. dosko masih snut…snut…

alamat base camp: kepala dusun garung, desa butuh, kecamatan kalikajar, kabupaten wonosobo.

jam 14.15, tim memulai pendakian. tim memutuskan lewat jalur baru, dari base camp jalan lurus terus, menyusuri kampung, ikuti plang, tiba di pertigaan belok kanan. nanti akan bertemu jembatan, lewat jembatan pertama, tapi jembatan kedua jangan dilewati, ambil jalan di sebelah kiri jembatan. setelah itu bertemu pertigaan, ambil lurus, ambil jalan yang sebelah kiri maksudnya.

mulai masuk ladang, jalan langsung nanjak abis….vegetasi ladang terbuka, cukup licin karena hujan.

15.20 sampai pos 1, bosweissen. nampak air terjun di sebelah kiri, indah sekali tralala..trilili..

keadaan masih hujan, jalur mulai menyempit, penuh semak, namun cukup jelas, tidak banyak persimpangan.

jam 16.50 sampai di pos 2, ada pondokan, sebelumnya tim sempat melewati sungai, penyeberangan basah..

setelah pos 2, jalur mulai menggila..tanjakan tanpa toleransi, jalur yang licin karena hujan, dan hari yang mulai gelap. Beberapa orang anggota tim sempat terpeleset dan terperosok, termasuk saia.

melihat kondisi yang ada, tim memutuskan untuk berhenti berjalan, dan membuka tenda, alias ngecamp, di sebuah tempat yang cukup terbuka dan berangin, bukan tempat yang ideal untuk bermalam sepertinya.

19.30, tenda berdiri, tenda kuning bukan tenda biru. langsung masak kita, maklum laper sangat..menu makan malam, nasi capjay, sop, mie, telur asin, ikan teri +minuman hangat..

badai mulai reda. kata orang, setelah badai reda, langit akan mempertontonkan pertunjukkan terbaiknya. dan benar saja, malam itu langit jadi sedemikian indahnya, jutaan bintang, bulan yang bercincin, dipadukan dengan cahaya lampu kota wonosobo, salam satu malam terindah yang pernah saia temui. tim masih bercanda ria, ketawa-ketiwi, saling menghina kebodohan masing-masing, hahaha..senangnya rasa hati..damainya malam ini..indahnya persahabatan ini..

jam 23.00 tidur……

——————————end———————————–

 

catatan di draft handphone saia berakhir sampai di situ, walaupun perjalanan dan petualangan kami di gunung sumbing belum berakhir, kami masih harus berjuang menuju puncak, masih harus berjuang buat turun lagi..

 

gunung-gunung itu masih disitu, tanpa pernah kutaklukkan.

 

 

 

 

endji787.06   untuk rekan sependakian yang akan pergi merantau ke pulau seberang.