Pagi itu cukup cerah. Bahkan bisa dibilang sangat cerah bila dibandingkan dengan pagi sebelumnya. Seperti biasa, begitu tiba di kantor, saia langsung menuju ke warung kopi langganan, di pinggir jalan. Sarapan hari itu, masih sama seperti hari-hari biasanya, segelas kopi dan sebatang rokok, sumber energi harian yang sudah terbukti kemanjurannya. Manjur merusak tubuh. Kopi saia minum, rokok saia hisap, mak nyuss…uenak tenan..
Seperti pagi-pagi yang lalu, pagi itu saia lalui dalam sebuah renungan, atau lebih tepatnya lamunan. Lamunan yang kadang tidak fokus, gonta-ganti obyek yang dilamunkan. Sambil menyeruput kopi dan menghisap rokok dalam-dalam, otak saia mulai menjelajah kesana dan kemari, mulai membayangkan banyak hal, mulai menanyakan tentang segala sesuatu. Saia memang bukan manusia yang mampu fokus pada apapun,dan selalu mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi pada sebuah hal. Bahkan dalam melamun pun saia tidak fokus. Mungkin, dalam menyusun tulisan ini, saia juga tidak fokus..
Adalah Tuhan yang pertama kali mengisi otak saia waktu itu. Sebuah pertanyaan kembali muncul di otak, “Sejak kapan Tuhan itu ada?”. Pertanyaan konyol mungkin, pertanyaan yang sulit dijawab lewat akal terbatas manusia. Namun otak saia terus bertanya, dan bodohnya, hal itu membuat saia membayangkan wujud Tuhan dan KeberadaaNya. Saia jadi pusing, sangat pusing malah. Otak ini seakan terus menantang saia. Pikiran saia mulai melayang, berkhayal…
ah..
efek insomnia..
kadang saia sangat takut untuk mikir..
Kira2 lu bayangin tuhan dalam bentuk apa bog????
Cewe berbikinikah???
Ato pria kekar nan tampan????
Kalo kata gw tuhan ngak bisa dibaynagin sich…
Nah, itu yg namanya was-was dari syaithon…
Saya lupa haditsnya (ntar saya cariin, klo lo mo ngingetin)
maknanya kira2 kyk gini,
syaithon datang pada manusia lalu bertanya,’siapa yg nyiptain bumi?’
manusia ngejawab,’Allah’
syaithon nanya lg tuh,’siapa yg nyiptain langit?’
dijawab lg ma manusia,’Allah Azza wa Jalla’
sampe seterusnya syaithon nanya, ’siapa yg nyiptain Allah?’
nah sbg seorang yg beriman kita hendaknya berlindung dg membaca doa selamat dr gangguan syaithon (doanya saya lupa, ingetin ntar sy cariin)
ok..??
Peringatan saya: Jangan bermain-main dgn filsafat !!
Itu saja sodaraku, kalo ad pertanyaan jg ragu untuk nanya. Sapa tau saya bisa ngebantu cr jawaban…
Siip…
Skalian tambah link k blog saya,
ato pasang banner-nya skalian…
Tengkyu…
Tu… bog…
Dikasi tau ma saudara lu… dengerin,,,, jangan menghayal yang macam….
Berfantasi sich boleh… tapi jagnan tentang tuhan, tentang xxx aja hahahhahahahhahahahhahahahahhahahahha
hahahahhahahahhahahahhahahahhahahahahh\
Asli kalo ini gw becanda..
ahahhahahahahahahhahah
apakah tidak wajar bila saia menanyakan tentang Tuhan saia pada Tuhan saia?
bahkan Ibrahim pun bertanya tentang wujud Tuhannya.
apakah tidak wajar bila saia ingin mengenal Tuhan saia lebih jauh?
bahkan Musa pun ingin mengenal Tuhannya lebih jauh.
apakah bertanya tentang Tuhan itu salah?
apakah berpikir tentang Tuhan itu salah?
bahkan Tuhan saia pun pernah berkata, mendekatlah padaKu dan aku akan dekat, menjauhlah dariKu dan aku akan Jauh.
saia berpikir tentangNya agar bisa dekat denganNya.
Anda benar sekali, kita memang di anjurkan untuk mengenal Sang Khaliq…
Bahkan wajib…
Nah, lalu bagaimana caranya??
Kita tidak bisa dengan hanya menggunakan akal kita untuk mengenal-Nya
karena kita ketahui, akal kita ini terbatas sedangkan ilmu-Nya tidak terbatas
untuk mengenal-Nya yang paling baik adalah melalui apa yang telah dijelaskan-Nya sendiri lewat kitab-Nya ato dengan penjelasan lewat Rasul-Nya
karena yang lebih mengetahui Rabb kita adalah Allah dan Rasul-Nya
maaf, saya bisa mengatakan bahwa anda salah dalam hal ini (mencoba mengenal Tuhan anda)
untuk mengenal-Nya lebih dekat bukanlah dengan memikirkan bagaimana Dzat-Nya.
Dan pertanyaan seperti “Sejak Kapan Tuhan itu ada?” bukanlah sebuah pertanyaan yang akan membuat anda dekat. Terbukti dgn pernyataan anda yg merasa semakin bingung dan malah membayangkan wujud-Nya
nah, anda menyebutkan tentang Musa dan Ibrahin ‘alaihissalam…
Sekarang saya akan bertanya,’apakah demikian cara mereka mengenal Tuhannya?’
Tidak, saudaraku, sungguh para Nabi jauh dari pemikiran2 seperti itu…
Ok, kpan2 saya lanjut…
Capek jempol saya (maklum gprs-an)
mas endji..
Tuhan ada sebelum diri kita ada
Tuhan memikirkan untuk menciptakan kita, bahkan sebelum kita bisa berpikir tentang keberadaan Tuhan
Tuhan ada di setiap denyut nadi kita
Dalam setiap insan manusia, ada sedikit sifat ketuhanan didalam dirinya
Kita pemurah, Allah Maha Pemurah
Kita penyayang, Allah Maha Penyayang
Kita mencintai wanita, Allah Maha Mencintai (cinta ke kita, cinta ke keluarga kita, cinta ke cewe kita, cinta semua umat manusia)
Maka dari itu, Allah ada di setiap denyut nadi kita..
Allah sangat dekat dengan kita
Pernah suatu ketika aku bertanya kepada diriku sendiri,
T: “Kapan saya masuk Islam?”
J: “Sejak lahir”
T: “Sepertinya bukan, sejak lahir bahkan saat masih kecil, Islam adalah Islam warisan orang tua”
Kemudian akhirnya saya bersyahadat (lupa kapan tepatnya), bersyahadat untuk “masuk” Islam.
Sudahkan Anda bersyahadat?
Catatan: baca komentar ini jangan sambil bakar “rumput aceh” yah..
Wahai cintaku, kalo kamu mau curhat.. Curhatlah ke Tuhanmu kapanpun..
tentang apa saja.. kapan saja.. Dia selalu ada untuk kita.
Luar biasa bukan?
Btw, filsafat adalah ilmu tertinggi dalam dunia persilatan
Walaupun tertinggi, namun tidak ada satupun ahli filsafat yang dapat mengutarakan apa dan siapakah Tuhan itu. Itu karena kapasitas otak manusia terbatas, tapi tidak ada yang tahu batasannya sampai mana.
saia juga pernah mikir kaya gitu pung.
islam saia ini islam warisan,
seandainya bapak saia tidak islam, apa saia bakal tetap jadi islam, mungkin tidak.
jika islam adalah agama yang benar, tentu saia adalah orang yang beruntung, karena saia tidak perlu repot untuk mencari islam.
dan betapa tidak beruntungnya mereka yang tidak islam.
sebaliknya,
betapa tidak beruntungnya saia jika memang ada agama lain yang lebih benar dari islam.
saia tidak pernah berniat untuk bermain dengan filsafat, saia juga tidak pernah tahu apa itu filsafat,
saia hanya ingin tahu dan mengenal Tuhan saia lebih jauh.
makanya, untung saya bukan anak pajak™
kalo tidak, saya bisa satu keluarga besar dengan 809™
@apung
bener bangsnget.
untung saia bukan anak pajak juga.
dan sosok dengan ‘t’ kecil itu jauh dari jakarta,
lho?