hati

4 07 2008

bawa saja dia pergi kesana kemari.

ketempat yang lebih terang bulannya, atau punya lebih banyak bintang.

atau ke gunung-gunung tinggi, ke sungai-sungai bening, atau pantai berpasir putih saat mentari terbenam.

 

atau,

bawa saja dia terbang jauh kelangit, lalu jatuhkan lagi ke bumi.

atau ajak dia menembus dasar samudra yang gelap dan penuh tekanan.

atau ajak saja dia berdiri kokoh di atas daun talas, berteduh dari panas hari di rimbunnya cemara.

 

atau,

bawa dia berlari tanpa henti,

di seputaran galaksi.

 

terserah saja,

mau kau bawa kemanapun hatiku ini.

 

 

 

 

 

 

endji787.06





gladian kepemimpinan

4 07 2008

5 tahun dari sekarang.

bikin gladian kepemimpinan, pelatihan kepemimpinan. bukan cuma dasar, tapi semuanya, dari awal sampai akhir, dari teori sampai praktek.

pesertanya, anak-anak jalanan, anak-anak pengemis, anak-anak pemulung.

biar mereka sadar, bahwa mereka dilahirkan bukan cuma untuk merangkak di jalanan, bukan untuk meminta-minta di depan pintu-pintu toko, bukan untuk sekedar mengais-ngais tempat sampah.

supaya sadar, kalau mereka juga punya hak yang sama dengan anak gedongan, boleh punya semangat yang sama dengan anak-anak yang bapaknya kaya raya, bisa punya cita-cita yang sama dengan anak sekolahan.

berhak untuk jadi pemimpin juga.

 

5 tahun lagi.

gladian kepemimpinan, sekalian pelatihan tentang daur ulang sampah.

bakti sosial dalam bentuk pendidikan, bukan materi, bukan duit, bukan mie instan, bukan sembako, bukan BLT.

 

 

 

 

 

 

 

endji787.06    begitu kan Meng?





bersepeda dengan sederhana saja

4 07 2008

Sepeda sudah jadi tren…

Kata seorang kawan.

 

 

Memang terlihat demikian sekarang. Kampanye tentang efek polusi kendaraan terhadap pemanasan global dan perubahan iklim cukup sukses sepertinya.

 Orang-orang mulai menyerbu toko sepeda.

Bersepeda ke kantor jadi gaya hidup baru warga kota.

Gaya hidup baru.

Nggaya..

 

Berkembang jadi hirarki dalam bersepeda, tersekat-sekat, terkotak-kotak, terbagi dalam kasta-kasta.

Yang mahal ngumpul  dengan yang mahal, yang merasa sudah jagoan bergaul dengan jagoan lain.

 

Hingar bingar cinta lingkungan sudah redam.

Kurang konsisten.

Bersepeda tapi tetap boros listrik,

Bersepeda tapi tetap boros air,

Bersepeda tapi tetap boros bensin,

Bersepeda tapi tetap buang sampah seenaknya.

 

 

Sepeda sudah jadi cuma sekedar tren.

Cuma sekedar tren.

 

 

 

Endji787.06 Ingin rasanya kembali ke jogja,bertemu dengan petani-petani yang mengayuh sepeda dengan sederhana saja..





prihatin.

2 07 2008

bermotor tanpa plat,

ngebut hebat di jalanan.

celana coklat,

sepatu hitam pekat.

dasar aparat,

oknum aparat.

merasa kebal hukum sepertinya.

endji787.06 aparat harusnya merakyat, bukan sok kuat.





ki joko wasis

27 06 2008

“Perjalanan ini adalah realisasi sebagian janji saya sewaktu SMA, yang ingin keliling Indonesia dengan jalan kaki,” kata pria berambut dan berkumis panjang itu.

 

ki joko wasis memang luar biasa..

berjalan kaki dari jogja ke jakarta cuma buat melukis.

melukis di seberang bunderan HI.

sudah sejak hari senin (23 juni 2008) kemarin saia bertemu dengannya.

beliau terus melukis,

pagi.. sore..

saat saia lewat buat berangkat kerja.

saat saia lewat buat pulang kerja.

 

dia melukis tentang pasukan berkuda pangeran jayakarta (fatahillah),

tentang perjuangan mereka bertempur melawan armada laut portugis di pelabuhan sunda kelapa,

481 tahun lalu.

cikal bakal jakarta.

 

sebuah kado ulang tahun yang manis untuk ibu kota.

 

 

ki joko wasis menempuh jarak lebih dari 750 km, dari jogja menuju jakarta. beliau terinspirasi oleh kisah heroik Sultan Agung dan pasukannya, ketika menyerang batavia dari mataram. selama perjalanan yang memakan waktu lebih dari sebulan itu, ki joko wasis berhasil menyelesaikan 55 lukisan. semua lukisan karyanya dibuat dengan tanpa kuas, tapi dengan jari-jarinya, sebagai wujud kebebasan tanpa batas dalam berekspresi dan menuangkan inspirasi.

 

endji787.06  hidup adalah perjuangan mewujudkan mimpi.





sisa-sisa gunung sumbing

25 06 2008

niatnya bikin laporan perjalanan, data sudah dicatat dan diingat-ingat, dikumpulkan lalu dirangkum jadi satu. sayang, saia lupa naruh catetannya dimana, dan belum ketemu juga sampe sekarang. yang tersisa tinggal sedikit catatan kecil yang saia simpan di draft handphone, begini bunyi catatannya:

 

Brangkat jam 5 sore, dari lebak bulus. jam 3 kurang tim sampe lebak bulus, nungguin bis berangkat sambil foto-foto ga jelas.

jam 5 lebih, bis berangkat. ada isu jalanan bakal macet total, maklum liburan panjang. jalan tol cikampek macet cet, supir bus keluar tol, cari jalur alternatif ke arah cikarang, motong jalan ceritanya. di Cikarang, jalanan lumayan lancar.

jam 5 pagi kurang 10 menit, tim tiba di terminal wonosobo, kondisi sepi sangat, dingin pula. anggota tim sholat dulu, yang sholat. yang ga sholat merokok.

jam 5 lebih 10, tim menuju desa garung, gerbang terakhir menuju gunung sumbing. perjalanan sangat lancar, di kiri jalan terlihat gunung sumbing dan sindoro gagah menanti.

jam 5 pagi lebih 50 menit, sampai di pintu masuk desa garung, terdapat palang besi bertuliskan “base camp sumbing 500meter”, sindoro terlihat cerah, sedang sumbing berkabut. gunung kembar ini tidak pernah kompak agaknya. tim melakukan plotting, ngobrol-ngobrol ma penduduk, cari info, ngopi, ngerokok, tidur..

jam 7 lebih 30 menit, sarapan di warung depan balai desa, menu nasi rawon+minuman hangat, manstrap tenan… pak dosko (salah satu anggota tim) mengeluh pusing, “snut…snut…”, begitu bunyinya.

jam 8 pagi, nongky di base camp sumbing, nungguin jumatan, sekalian ngurus perijinan. kondisi basecamp sangat menyenangkan, luas, bersih, rapi. di depan base camp, ada tulisan besar, “Base Camp Gunung Sumbing”. setiap pendaki yang ingin melakukan pendakian harus melapor di sini. dosko masih snut…snut…

alamat base camp: kepala dusun garung, desa butuh, kecamatan kalikajar, kabupaten wonosobo.

jam 14.15, tim memulai pendakian. tim memutuskan lewat jalur baru, dari base camp jalan lurus terus, menyusuri kampung, ikuti plang, tiba di pertigaan belok kanan. nanti akan bertemu jembatan, lewat jembatan pertama, tapi jembatan kedua jangan dilewati, ambil jalan di sebelah kiri jembatan. setelah itu bertemu pertigaan, ambil lurus, ambil jalan yang sebelah kiri maksudnya.

mulai masuk ladang, jalan langsung nanjak abis….vegetasi ladang terbuka, cukup licin karena hujan.

15.20 sampai pos 1, bosweissen. nampak air terjun di sebelah kiri, indah sekali tralala..trilili..

keadaan masih hujan, jalur mulai menyempit, penuh semak, namun cukup jelas, tidak banyak persimpangan.

jam 16.50 sampai di pos 2, ada pondokan, sebelumnya tim sempat melewati sungai, penyeberangan basah..

setelah pos 2, jalur mulai menggila..tanjakan tanpa toleransi, jalur yang licin karena hujan, dan hari yang mulai gelap. Beberapa orang anggota tim sempat terpeleset dan terperosok, termasuk saia.

melihat kondisi yang ada, tim memutuskan untuk berhenti berjalan, dan membuka tenda, alias ngecamp, di sebuah tempat yang cukup terbuka dan berangin, bukan tempat yang ideal untuk bermalam sepertinya.

19.30, tenda berdiri, tenda kuning bukan tenda biru. langsung masak kita, maklum laper sangat..menu makan malam, nasi capjay, sop, mie, telur asin, ikan teri +minuman hangat..

badai mulai reda. kata orang, setelah badai reda, langit akan mempertontonkan pertunjukkan terbaiknya. dan benar saja, malam itu langit jadi sedemikian indahnya, jutaan bintang, bulan yang bercincin, dipadukan dengan cahaya lampu kota wonosobo, salam satu malam terindah yang pernah saia temui. tim masih bercanda ria, ketawa-ketiwi, saling menghina kebodohan masing-masing, hahaha..senangnya rasa hati..damainya malam ini..indahnya persahabatan ini..

jam 23.00 tidur……

——————————end———————————–

 

catatan di draft handphone saia berakhir sampai di situ, walaupun perjalanan dan petualangan kami di gunung sumbing belum berakhir, kami masih harus berjuang menuju puncak, masih harus berjuang buat turun lagi..

 

gunung-gunung itu masih disitu, tanpa pernah kutaklukkan.

 

 

 

 

endji787.06   untuk rekan sependakian yang akan pergi merantau ke pulau seberang.

 

 

 

 





tidak berjudul saja lah…

24 06 2008

setiap perjalanan mempunyai ajarannya masing-masing.

perjalanan-perjalan yang selalu memukauku.

dan sekarang saia rindu.

rindu menyusuri jalan-jalan tanah di desa,

rindu merokok di saung tengah sawah,

rindu bermain air di kali,

rindu berjalan di atas batuan pegunungan,

rindu pada angin dingin di puncak gunung.

 

 

 

apa karena itu saia bersepeda y?

sebenarnya,

bukan untuk mengurangi polusi,

atau sok peduli pada negara dengan menghemat energi,

atau biar badan bisa lebih sehat lagi.

saia hanya ingin menikmati jakarta dengan cara yang berbeda,

melalui semua rutinitas ini dengan cara yang tidak biasa.

 

 

 

endji787.06 saia bilang pada seorang teman, hidup yang lebih hidup itu harus dicari, bukan ditunggu.